Tampilkan postingan dengan label Leadership. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Leadership. Tampilkan semua postingan

Senin, Agustus 30, 2010

Kepemimpinan Organisasi Sosial Masyarakat

Saya teringat sebuah kalimat yang sempat dilontarkan oleh mas Haryo Adi Saputro pada waktu rapat laporan kerja Forum Alumni Osmada (FAO) kemarin. Mas haryo mengemukakan bahwa "Pemimpin itu bukanlah segalanya tapi semuanya bisa berawal dari pemimpin". Dari kalimat tersebut bisa ditafsirkan bahwa peranan seorang pemimpin sangatlah penting baik itu dalam organisasi yang bersifat profit oriented maupun organisasi nirlaba.

Lebih detil lagi saya mencontohkan Organisasi Kepemudaan sebagai organisasi sosial kemasyarakat nirlaba yang mau tidak mau membutuhkan seorang pemimpin (bukan ketua). Mengapa saya mempunyai pandangan demikian??

Berdasarkan pengalaman saya di bidang Organisasi Kemasyarakatan salah satunya adalah Oraganisasi Kepemudaan, saya menganilisa pemimpin yang bagaimana yang dibutuhkan dan bisa diterima oleh warga dan anggotanya?

Dimulai dari segi usia yang kadang menjadi problematika utama. Memang usia itu bukan menjadi sebuah tolak ukur kemampuan seseorang dalam menjalankan organisasi, tetapi dengan usia yang dewasa paling tidak dia mempunyai pengalaman dan pengetahuan secara mendalam tentang bagaimana seluk beluk organisasi dan apa yang diiginkan oleh anggota. Selain itu biasanya dengan usia yang matang tingkat emosinya lebih stabil sehingga bisa ngemong(istilah jawa) para anggotanya.

Mempunyai kemampuan dalam manajemen organisasi agar bisa memaksimnalkan sumberdaya organisasi dengan sebaik-baiknya. Kememapuan tersebut antara lain kemampuan administrasi, kemampuan mengatur keuangan, kemampuan melihat kemampuan dan poetnsi orang lain dan kemampuan menempatkan orang yang tepat di tempat yang tepat pula.

Dengan demikian bisa ditarik kesimpulan bahwa untuk membawa organisasi sosial kemsarakatan dibutuhkan seorang pemimpin yang dari segi usia itu dikatakan dewasa, mampu menjadi panutan dan teladan para anggotanya, mampu mengakomodir segala masukan-masukan yang masuk dan juga dibarengi dengan kemampuan mangelola oraganisasi. dan yang paling menurut saya adalah pemimpin tersebut bisa diterima dan medapat dukungan penuh oleh semua anggota oraganisasi

Jumat, Juni 19, 2009

Self Achievement and Developing Program - Firewalking


Dewasa ini perkembangan perekonomian dunia makin luar biasa, sehingga kompetisi dalam segala kegiatannya pun ikut berkembang. Akan tetapi seiring dengan kemajuan dan perkembangan perekonomian tersebut membuat beberapa negara berkembang mulai kewalahan dalam mengikutinya. Hal ini disebabkan karena tingkat kesejahteraan beberapa negara berkembang masih belum stabil ditambah dengan pola pendidikan di negara berkembang yang belum bisa disejajarkan dengan pendidikan di negara-negara maju.

Perlu adanya pendidikan dan kesejahteraan yang berorientasi pada pengembangan otak yang bersinergi (otak kanan dan kiri) mengingat saat ini lebih banyak pendidikan menggunakan otak kiri yang cenderung statis.

Untuk menjawab permasalahan yang disampaikan tersebut, kami bermaksud mengadakan sebuah workshop :

“SELF ACHIEVEMENT AND DEVELOPING PROGRAM”

“FIREWALKING”

Yang akan berisi konsep bagaimana menggali potensi diri yang terdalam agar dapat memiliki kemampuan untuk menjawab tantangan perkembangan ekonomi dan pendidikan dunia saat ini.

Kegiatan ini dibuka untuk kalangan Eksekutif, Wirausahawan, Pegawai Negeri, Guru, Karyawan, Pelajar & Mahasiswa, serta semua orang yang ingin merubah hidupnya agar menjadi lebih baik.

MATERI KEGIATAN

Self Achievement and Developing Program – Firewalking, adalah kegiatan workshop yang dikemas dalam kegiatan yang menarik sebagai sarana pengembangan diri, sekaligus motivasi dalam pencapaian impian. Materi kegiatan akan disampaikan oleh Mr. Reed Wanadi (Certificate FIREWALKING Trainer and Hipnosis)

Materi yang akan disampaikan pada Workshop, antara lain:

1. Neuro Linguistik Peograme (NLP)

Ø Personal Power
Mengetahui potensi diri dan bagaimana tentang kepribadian kita.

Ø Mastering Hypnosis
Penanaman sugesti pada alam bawah sadar secara efektif.

2. Dream

Mengupas impian, cita-cita, tujuan dan keinginan untuk direalisasikan di kehidupan.

3. Discard Phobia

Menghilangkan hal-hal yang menjadi ketakutan dalam hidup dan memandangnya dengan sudut pandang yang unik dan berbeda.

4. GOAL Setting

Merealisasikan dan mendobrak keterbatasan untuk menggapai impian.

5. Decicision

Mengembangkan potensi minat dan melejitkannya.

6. Take Action

Aplikasi proses pencapaian impian.

7. Firewalking

Berjalan di lintasan api, sebagai motivasi diri, tantangan keberanian untuk menghadapi hidup.

Kegiatan ini dilaksanakan pada:

Hari : Sabtu& Minggu

Tanggal : 18 & 19 Juli 2009

Waktu : Pukul 14.00-11.00

Tempat : Hotel Telomoyo, Jl. Gajah Mada, Semarang


Punya impian bingung mau kemana? Atau punya phobia yang menyiksa sepanjang hayat? Atau juga buat kamu yang mau memulai karir, sedang down dan butuh motivasi untuk membuat hidup jadi lebih hidup????

Ayo buruan daftar, kursi terbatas lho....

Kamu akan mendapat materi yang keren, plus bonus yang keren juga (senilai Rp 879.500) (syarat dan ketentuan berlaku). MAu tau???

hub 085728123325 (Intan)

atau kantor pusat di (0272)321028

Ditunnggu ya...

Senin, Juni 15, 2009

Memulai Sebuah Komunikasi

Menindaklanjuti posting yang kemarin yang berjudul "Communication is Key" yang ternyata banyak mengundang komentar dari para pengunjung, maka pada posting kali ini saya akan memaparkaan sedikit tentang bagaimana memulai sebuah komunikasi yang mana ini adalah sequel dari "Communication is Key".

Sebenarnya untuk memulai sebuah komunikasi itu mudah sekali. Namun terkadang bagi kita yang jarang berbicara di depan umum, hal pertama yang kita rasakan adalah  perasaan takut sekaligus grogi.  Untuk itu, tips yang pertama agar sukses dalam memulai sebuah komunikasi adalah harus berani mengungkapkan ide yang ada dalam benak kita kepada orang lain. Gak terlau susah kan? Klu masih belum berani ya harus dilawan dan cara terbaik untuk mengatasi rasa takut tidak lain dan tidak bukan adalah dengan melakukan apa yang kita takuti tersebut.

Kedua, sebelum kita memulai sebuah komunikasi ada baiknya jika kita perhatikan dulu siapa lawan komunikasi kita, minimal apakah dia laki-laki atau perempuan. Karena dengan memperhatikan terlebih dahulu siapa lawan komunikasi kita maka akan mempermudah kita dalam memilih bahasa yang tepat untuk digunakan dalam bekomunikasi. 

Ketiga, komunikasi yang baik adalah komunikasi yang tidak terlalu terkesan memaksakan kehendak kepada orang lain dan juga kita bukan menjadi tempat pelampiasan orang lain menguasai kita. Sehingga perlu sekali untuk menerapkan "win-win communication". "Win-win communication adalah cara berkomunikasi dimana kita tidak terlalu menguasai pembicaraan dan jugakita tidak hanya menjadi pendengar saja. Jadi konsep win-win communication ini membuat kita menjadi seorang pembicara dan pendengar yang baik di waktu yang tepat.

Demikian tips sederhana untuk memulai sebuah komunikasi yang dimana merupakan kelanjutan dari "Communication is Key". Semoga bermanfaat.

Penulis :

Muhammad Sholeh

-Trainer and Marketing Director of Data Techno.

Rabu, Juni 03, 2009

Do The Best Without Motivation..

Pada awal seorang mengenal agama, maka surga dan neraka reward n punishment yang lazim dibicarakan. Orang yang beramal baik dan banyak timbangan perbuatan baiknya, tentu akan diganjar surga sebagai gantinya. Dan sebaliknya, orang yang sering berbuat jahat, maka nerakalah akhirnya. Bagi kebanyakan orang surga adalah motivasi yang sangat jelas dan pasti dalam membantu mereka beribadah.

But, let's see. Di luar sana ada sebagian orang yang oleh masyarakat sering kali disebut sebagai maestro agama, ulama, pendeta, dll yang sudah beribadah dengan tdk lagi peduli apakah mereka akan diganjar surga atau neraka. yang mereka pedulikan hanya 1, mendapat ridho dari penciptanya, dan secara penuh kesadaran mereka menyadari bahwa mereka memang harus beribadah padaNya karena Dia memang pantas disembah.

Demikianlah sifat motivasi, ia hanya berfungsi di awal perjalanan hidup. Banyak orang yang selalu mengahrapkan hidupnya penuh dengan motivasi. Sampai-sampai meng-kambing hitam-kan motivasi, contohnya; jika ada beberapa orang yg ditanya kenapa ia lesu, atau produktivitasnya menurun, seringkali orang terakhir menjawan, "lagi gak ada motivasi nih.. ntar deh, nunggu dapet motivasi baru.."

Orang-orang sering kali mengandalkan motivasi sebagai bahan bakar kesuksesannya. Bukan berarti ini tidak penting. Tapi coba kalo kita lihat analogi di atas, motivasi ini hanya akan selalu mengantar kita pada tahapan pengenalan terus-menerus pada tujuan dan hakikat pencapaian hidup kita, bukan pada esensi keseharusan.

nah, klo kita ingin mencapai hakikat pencapaian hidup maka lewatilah tahap motivasi, masuki tahap "tingkat sadar" (advance motivation). Masuki tahapan kesadaran penuh. Coab bayangkan jika seorang ayah, kepala keluarga, dia harus menunggu motivasi untuk mencari bafkah, kira2 apa yg akan terjadi? pastilah keluarganya tidak akan berubah nasibnya, orang gak konsisten pencapaiannya?? betul??

Bukankah seharusnya ia memasuki 'tingkat sadar'. Sebagai seorang ayah memang sudah seharusnya ia mengabdikan dirinya untuk tanggung jawab yang telah ia ambil sebagai ayah dan suami.

Perseneling 1 dalam sistem motor kendaraan bermotor memang cepat dan laju, akselerasinya tinggi. Tapi ia hanya digunakan di awal dan sementara, jika terus menerus, hancurlah kendaraan itu. Jiwa ini terus berjalan seperti kendaraan bermotor, maka cukup gunakan motivasi di awal.

Mau sampai kapan Anda mengejar motivasi..?? Do The Best Without Motivation..

Be Hebat!!
- Andre Raditya -
Penulis, Konsultan Pendidikan & Advance Motivation Coach

Sabtu, Mei 23, 2009

Young On Top


Setiap orang memiliki keinginan yang sama, salah satunya meraih kesuksesan secepat mungkin. Di sisi lain, setiap kita juga sepakat, bahwa kesuksesan itu bukanlah hal yang mudah untuk dicapai. Banyak anggapan bahwa kesuksesan dan menjadi seorang pemimpin di puncak karir sebuah perusahaan/lembaga adalah milik mereka yang sudah banyak makan asam garam kehidupan atau milik mereka yang sudah berusia matang, ya katakanlah diatas usia 40 tahun.

Tapi, Kick Andy kali ini akan mengajak anda semua bertemu dengan anak-anak muda hebat yang sudah menduduki posisi puncak di usia yang relatif muda. Dan harus anda garis bawahi, mereka ini bukanlah para pewaris perusahaan keluarga, tapi mereka bergabung dengan modal awal sebuah surat lamaran.

Dari dunia pendidikan, kami memilih Firmanzah, pemuda berusia 32 tahun yang baru dilantik menjadi Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Inilah rekor dekan termuda, sepanjang sejarah UI.

Sarjana lulusan UI ini menyelesaikan sekaligus program master dan doktirannya di Prancis dalam waktu 3 tahun. Meski mendapat tawaran mengajar di sana, Firmanzah memilih untuk berkarya di negeri sendiri.

Satu tokoh lainnya dari dunia pendidikan adalah Anies Baswedan, yang sudah menjabat sebagai Rektor di Universitas Paramadina, saat berusia 38 tahun. Satu kunci kesuksesan Anies adalah, aktif berorganisasi di masa kuliah dulu. “IP asal standar bisa ikut S2 aja, selebihnya aktif berorganisasi, agar leadership kita terlatih,” ujarnya saat tampil di Kick Andy.

Tahun 2008, Anies juga pernah dinobatkan sebagai salah satu dari 100 tokoh intelektual dunia oleh Jurnal Foreign Policy di Washington. Tahun 2009 Anies terpilih lagi, menjadi salah satu tokoh muda Indonesia yang memperoleh “Young Global Leader Honorees 2009”.

Sementara itu, Yan Hendry Jauwena, di usianya yang ke-28 tahun menduduki posisi sebagai Trade Lane Manager DHL Asia-Pacifik. Dan Antonny Liem , pria kelahiran tahun 1976, mencapai posisi sebagai President Direktur di perusahaan IT Multi Nasional, di usia 26 tahun.

Dari dunia BUMN, kami menemukan Katherina Patrisia, yang dicatat Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai Direktur termuda di seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Katherina memulai karir di BUMN sebagai tenaga magang di Jakarta Lloyd, saat kuliah dulu. Dan di usia 34 tahun, ia menjadi salah satu Direktur di PT Boma Bisma Indra, Surabaya.

Untuk mencapai posisi puncak karir anda tak mesti berbekal ijazah sekolah setinggi mungkin. Setidaknya, ini dibuktikan oleh Yorris Sebastian.

Yorris meninggalkan bangku kuliah di tingkat II dan memilih untuk bekerja sebagai asistem Meutia Kasim di Hard Rock Café. Tujuh tahun bekerja di sana, ia berhasil dipercaya menjabat sebagai General Manager Hard Rock Café, pada usia 26 tahun. Yorris pun tercatat sebagai GM termuda Hard Rock Café se Asia Pacifik dan GM termuda Hard Rock sedunia. “Saya sempet Tanya orang tua, masih perlu kuliah lagi. Mereka jawab tidak,” kata Yorris yang pernah memenangkan Asia Pacifik Entrepreneur Award 2008 ini.

Satu lagi yang tak kalah hebat adalah, Billy Boen. Di usianya yang ke-26 Billy sudah menjabat sebagai General Manager untuk perusahaan brand termana, Oakley. Kini, di usia 30 tahun, Billy menjabat sebagai kepala divisi Food & Beverage di MRA Grup. Ia membawahi tim sebanyak 500 orang. Dan Billy sudah menuangkan berbagai pengalamannya dalam sebuah buku “Young On Top”.

Inilah episode yang akan mengungkap resep rahasia kesuksesan orang-orang muda terpilih, yang telah menduduki karir terbaik. Dapatkan isnpirasinya yang penuh makna, terutama bagi pemirsa muda Kick Andy. Selamat menyaksikan.


Sumber : http://kickandy.com/index.php?ar_id=MTU2NQ==&screen=0

Selasa, Desember 09, 2008

3 Kemampuan Seorang Pemimpin


Dalam kehidupan, selalu ada 2 hal yang kontras. Ada hitam ada putih, ada gelap ada juga terang, ada yang memimpin dan ada juga yang dipimpin. Namun terlepas dari kedua sisi tersebut, sejatinya semua manusia adalah seorang pemimpin, minimal sebagai pemimpin bagi dirinya sendiri.

Baik memimpin diri sendiri maupun orang lain mempunyai formula yang sama, yaitu sebuah kemampuan. Lalu kemampuan apa saja yang harus ada untuk bisa menjadi pemimpin yang baik?

1. Kemampuan mengenali kemampuan diri sendiri dan juga orang lain
Banyak pemimpin-peminpin yang sukses mempunyai latar belakang pendidikan lebih rendah pada bawahannya. Tidak sedikit karyawan mempunyai gelar sarjana namun pemimpinnya hanya lulusan SMA. Kenapa hal itu bisa terjadi? Hal itu bisa terjadi karena sang pemimpin mampu mengenali dengan baik sejauh mana kemampunnya dan kemampuan orang lain. Dia sadar betul bidang apa yang dia kuasai dan bidang apa yang jauh lebih dikuasai oleh orang lain.

2. Kemampuan menggunakan kemampuan dengan baik
Setelah seorang pempimpin mengetahui sejauh mana kemampuannya dan kemampuan orang lain, maka dia akan mengerjakan semaksimal dan seoptimal mungkin perkerjaan yang bisa dia lakukan. Namun jika dia tidak bisa mengerjakan hal yang bukan kompetensinya maka dia akan mencari orang yang kompeten untuk bekerja sama sehingga apa yang dia harapkan bisa terwujud meskipun sang pemimpin kurang kompeten di satu bidang.
3. Kemampuan untuk selalu meningkatkan kemampuan
Terkadang banyak sekali orang yang sudah puas dengan kesuksesan yang telah didapatkannya. Dia merasa tercukupi semuanya sehingga enggan untuk mengolah serta mempertajam kemampuannya. Jika seorang pemimpin seperti ini maka dia akan jauh tertinggal oleh bawahannya yang semakin lama juga belajar dari orang-orang disekitarnya. Sehingga bisa dimungkinkan suatu saat nanti kedudukan pemimpin akan tergantikan oleh bawahan yang senantiasa mengasah dirinya menjadi lebih baik lagi.